Prosesi Wisuda Attanzil

KH. Kosim Asyari, membuka prosesi wisuda dengan pemotongan pita.

Kunjungan Ulama

Potret silaturahmi dan keberkahan ilmu bersama Habib Mukhdor bin Ali Abu Bakar Al Aydrus, di tengah para santri dan masyaikh Madar.

Mauidhoh Hasanah

Suasana khidmat saat Kyai Abdus Salam Mujib menyampaikan hikmah nikah dalam acara resepsi Lora Ismail Qosim.

Minggu, 12 Oktober 2025

STRUKTUR PONDOK PESANTREN MAHAD DARUT TAUHID BUKER (MADAR)

  

 


STRUKTUR PONDOK PESANTREN

MAHAD DARUT TAUHID BUKER (MADAR)

 

MUSTASYAR                       : JAMI’ MASYAIKH

PENGASUH                         : KH. KOSIM ASY’ARI

DEWAN A’WAN                 : 1. Ustad Ismail Q, M.Pd

                                                  2. Ustad Abdur Rosek

                                                  3. Nyai Faizah

KETUA UMUM                  : Ustad. Samsuddin

SEKTRETARIS                      : Fathullah

BENDAHARA                      : Mawaddah

PENDIDIKAN                      : Ustad Komaruddin, S.Pd

KEAMANAN                       : Jamaluddin Akbar

PEMBANGUNAN              : Ustad. H Nadhom Usman

KEBERSIHAN                      : Naimuha Subki

PERLENGKAPAN                : Mahsus

HUMASY                              : Husni Mubarok

PERPUSTAKAAN                : Jamal Abdul Wahid

KETERAMPILAN                : Muhammad Faris

 

Mengetahui,

Dewan A’wan PP.Madar

 

 

 

 

Ustad Ismail Q, M.Pd

 

Pengasuh

 

 

 

 

KH. Kosim Asy’ari

 

PROFIL PONDOK PESANTREN MADAR

PROFIL PONDOK PESANTREN MADAR

DATA UMUM

A.        Identitas

1.         Nama Pondok Pesantren                      : MA’HAD DARUT TAUHID BUKER

2.         Alamat Ponpes                                      :  Jl. KH. Asyari, Dsn. Buker Ds. Karang Anyar

                                                                   Kec. Tambelangan Kab. Sampang

3.         Kode Pos                                                :  69253

4.         Tagggal dan Tahun berdiri                  :  1 Januari 1996

5.         No. Telp.                                                 :  085730051166

6.         Email                                                      :  ponpesmadar@gmail.com

7.         Nama Pengasuh/Pendiri                      :  KH. KOSIM ASYARI

B.        Kitab Yang Diajarkan di Pesantren

1.         Bid. Ilmu Tauhid                                   : Aqidatul Awam, Dasuki, kifayatul Awam, dll

2.         Bid. Ilmu Tafsir                                     : Jalalain, Ibnu Kasir, dll

3.         Bid. Ilmu Fiqh                                        : F. Muin, F. Qorib, Sullam, Safina dll

4.         Bid. Ilmu Nahwu Sorrof                       : Imriti, Alfiyah dll

5.         Bid. Ilmu Tajwid                                    : Hidayatul Adfal, sibyan dll

6.         Bid. Ilmu Hadist                                     : Arbain Nabawi, Bulughul maram, dll

C.        Tahapan Belajar

1.      At Tanzil : kelas awal untuk mengenalkan bacaan al Quran yang baik dan benar sesuai dengan tajwid. Setiap santri baru diwajibkan mengikuti program ini sampai dinyatakan lulus dan naik ke tahap berikutanya.

2.      An Nubdzah : pilihan kelas bagi yang ingin fokus belajar ilmu alat (Nahwu Sorrof). Belajar dengan metode yang efektif dan menyenangkan.

3.      Takhassus : Kelas yang terfokus mengkaji dan memahami berbagai kitab kuning sebagai implementasi dari pembelajaran di kelas an Nubdzah.

4.      Takhfidzul Quran : Kelas untuk para santri yang berkeinginan Menghafal Alquran. Kelas ini hanya bisa di ambil, setelah lulus dari kelas Tanzil.

                                                                                                   Sampang, 17 September 2022

Mengetahui dan menyetujui,                                                   Ketua Umum

Dewan A’wan PP. Madar                                                         

 

 

 

Ustad. Ismail, M.Pd                                                                   Ustad. Syamsuddin

Senin, 14 April 2025

Lora Ismail Qosim, Putra Pengasuh KH. Qosim Asy’ari, Kembali ke Madar Setelah Dua Tahun Menuntut Ilmu di Kota Tarim

 

Lora Ismail Qosim, Putra Pengasuh KH. Qosim Asy’ari, Kembali ke Madar Setelah Dua Tahun Menuntut Ilmu di Kota Tarim


Sampang — Ahad, 13 April 2025
, Ma’had Darut Tauhid Buker (MADAR) menyambut dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan kedatangan kembali Lora Ismail Qosim, putra dari Pengasuh KH. Qosim Asy’ari, setelah menempuh rihlah keilmuan selama dua tahun di Kota Ilmu, Tarim, Hadramaut – Yaman.

Sebelum melanjutkan studi ke Tarim, Lora Ismail Qosim telah menyelesaikan pendidikan Magister (S2) di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam tradisional yang kuat dalam turats dan pengembangan studi keislaman kontemporer. Bekal akademik dan spiritual tersebut menjadi landasan penting sebelum beliau mendalami ilmu di Tarim, kota para ulama dan penjaga sanad keilmuan Islam.

Kedatangan Lora Ismail Qosim pada Ahad pagi disambut hangat oleh keluarga, para ustadz, pengurus, dan santri MADAR yang telah menantikan beliau. Suasana haru terasa ketika beliau memasuki kompleks pesantren, disambut dengan shalawat serta rasa syukur dari seluruh keluarga besar pesantren.

Salah satu pengurus menyampaikan,
“Kembalinya Lora Ismail Qosim membawa harapan besar. Semoga ilmu yang beliau bawa dari Tarim memberi manfaat bagi pesantren dan menjadi motivasi bagi para santri untuk terus tekun menuntut ilmu,” ujarnya.

Rencananya, Lora Ismail Qosim akan turut serta dalam berbagai kegiatan pembinaan santri, mulai dari kajian kitab kuning, pendalaman ilmu Al-Qur’an, hingga pembelajaran fikih dan tarbiyah akhlak.

Keluarga besar MADAR mengajak seluruh masyarakat dan wali santri untuk mendoakan agar kepulangan beliau membawa keberkahan, manfaat, dan semangat baru dalam menghidupkan ilmu di lingkungan pesantren.

Kamis, 10 April 2025

Jalan Dakwah K.H. Qosim Asy’ari yang unik dan inspiratif ala Wali Songo

 

Biografi Singkat K.H. Qosim Asy’ari

Pengasuh Ma'had Darut Tauhid Buker (MADAR)

K.H. Qosim Asy’ari adalah seorang ulama, pendidik, dan da'i yang dikenal karena ketawadhuan, keikhlasan, dan pendekatan dakwahnya yang unik, membumi, dan sarat hikmah. Beliau merupakan pendiri Ma’had Darut Tauhid Buker (MADAR), sebuah pesantren yang menekankan pendidikan akidah, syariah, dan akhlak ala Ahlussunnah wal Jamaah.

Latar Belakang dan Pendidikan

Sejak muda, K.H. Qosim Asy’ari dikenal sebagai santri yang tekun dan memiliki kecintaan besar terhadap ilmu agama. Beliau menempuh pendidikan dari pesantren ke pesantren, mempelajari tauhid, fiqh, tasawuf, dan ilmu alat, hingga akhirnya terjun ke masyarakat sebagai pendidik dan da'i.

Dengan bekal keilmuan yang luas dan sanad keilmuan yang kuat, beliau kemudian mendirikan pesantren yang kini dikenal sebagai Ma’had Darut Tauhid Buker, tempat beliau mendidik generasi muda menjadi ‘ibadillah ash-shalihin.

Metode Dakwah yang Unik dan Inspiratif

Salah satu hal yang membuat K.H. Qosim Asy’ari berbeda adalah metode dakwahnya. Beliau berdakwah dengan pendekatan yang lembut, merangkul, dan berpijak pada kearifan lokal—mengingatkan pada dakwah para Wali Songo.

1. Dakwah Melalui Akhlak dan Kedamaian

Beliau tidak hanya berceramah, tetapi mencontohkan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Sikapnya yang santun, penuh kasih sayang, dan anti-konflik membuat banyak orang mudah menerima ajakannya.

Metodenya selaras dengan ajaran Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)

2. Dakwah Melalui Ekonomi dan Interaksi Sosial

Hal yang paling menonjol dalam perjalanan dakwah beliau adalah pendekatan ekonomi. Saat berdakwah di wilayah Kalimantan, khususnya di daerah-daerah masyarakat pendatang dan lokal, beliau terjun langsung dalam kegiatan perdagangan.

Melalui interaksi harian di dunia usaha:

  • Beliau membangun kedekatan dengan masyarakat

  • Mengajarkan akhlak dan kejujuran melalui teladan

  • Menyampaikan nilai-nilai syariat secara praktis dan tidak menggurui

  • Menyelipkan nasihat agama di sela-sela aktivitas jual beli

Pendekatan ini membuat dakwah beliau terasa alami dan mudah diterima.

Buah Dakwah: Banyaknya Mualaf

Keikhlasan dan metode dakwah beliau membuahkan hasil besar. Banyak masyarakat—termasuk mereka yang sebelumnya jauh dari Islam—akhirnya memeluk Islam di bawah bimbingannya.

Pendekatan humanis, penuh kasih, dan tidak memaksa menjadi kunci keberhasilan dakwah beliau.

Pendiri Ma’had Darut Tauhid Buker (MADAR)

Pada tahun 1996 M / 1416 H, K.H. Qosim Asy’ari mendirikan pesantren yang awalnya bernama Darul Musthofa (DM). Pesantren ini kemudian direvitalisasi menjadi Ma’had Darut Tauhid Buker (MADAR) pada 3 Agustus 2022.

Visi beliau adalah mencetak santri yang:

  • Berakhlak mulia

  • Menguasai ilmu agama

  • Mengamalkan ilmu

  • Mampu berdakwah dengan hikmah

Beliau menanamkan sistem pendidikan berbasis Mu’ahadah, Mujahadah, Muroqobah, Muhasabah, dan Mu’aqobah, yang kini menjadi karakter kuat pendidikan di MADAR.

Warisan Keilmuan dan Pengabdian

Hingga kini, K.H. Qosim Asy’ari tetap menjadi figur sentral dalam pembinaan santri dan masyarakat. Keteguhan beliau menjaga tradisi pesantren salaf, keikhlasan mengajar, serta kemampuan berdakwah melalui keteladanan menjadikan beliau sosok yang dihormati dan dicintai.

Warisan terbesar beliau bukan hanya gedung pesantren, tetapi akhlak, ilmu, dan semangat dakwah yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Rabu, 25 September 2024

Wisuda Perdana Program Attanzil Ma’had Darut Tauhid Buker (MADAR) Berjalan Khidmat dan Meriah

 

Wisuda Perdana Program Attanzil Ma’had Darut Tauhid Buker Berjalan Khidmat dan Meriah


Sampang, 21 September 2024
 — Ma’had Darut Tauhid Buker (MADAR) untuk pertama kalinya menyelenggarakan Wisuda Perdana Program Studi Attanzil, sebuah program pembelajaran dasar Al-Qur’an yang ditujukan bagi para pemula untuk membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid yang benar. Kegiatan bersejarah ini menjadi bentuk apresiasi bagi santri yang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran dasar.


Wisuda dilaksanakan secara bersamaan untuk santri putra dan putri, dengan panggung yang terpisah. Meskipun demikian, alur acara pada panggung putri tetap mengikuti panduan dari panggung utama di bagian putra sehingga kegiatan berjalan seragam, teratur, dan tertib.

Acara berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan, serta dihadiri oleh perwakilan orang tua santri dan sejumlah tamu undangan. Kehadiran mereka menambah rasa syukur dan kebahagiaan para wisudawan yang telah menuntaskan tahap awal perjalanan mereka dalam memahami Al-Qur’an.



Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama dua hari:

  • Hari pertama diisi dengan prosesi Wisuda Attanzil.

  • Hari kedua dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema:
    “Buker Bersholawat Bersama Guru Mulia Abuya Ali Karror Sonhaji.”

Rangkaian kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Himpunan Alumni dan Santri Buker (HASBU) yang turut memeriahkan acara.



Dengan terselenggaranya wisuda perdana ini, pihak pesantren berharap para santri semakin termotivasi dalam memperdalam ilmu Al-Qur’an, serta mampu menjadi bagian dari syiar kebaikan bagi masyarakat luas.

Semoga kegiatan ini menjadi pendorong semangat belajar, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan membawa keberkahan bagi seluruh civitas Ma’had Darut Tauhid Buker. (US)