Prosesi Wisuda Attanzil

KH. Kosim Asyari, membuka prosesi wisuda dengan pemotongan pita.

Kunjungan Ulama

Potret silaturahmi dan keberkahan ilmu bersama Habib Mukhdor bin Ali Abu Bakar Al Aydrus, di tengah para santri dan masyaikh Madar.

Mauidhoh Hasanah

Suasana khidmat saat Kyai Abdus Salam Mujib menyampaikan hikmah nikah dalam acara resepsi Lora Ismail Qosim.

Sabtu, 13 Desember 2025

Program Pembelajaran Al-Qur’an – Metode At-Tanzil

 


Program Pembelajaran Al-Qur’an – Metode At-Tanzil

Sebagai salah satu lembaga yang berkomitmen mencetak generasi Qur’ani, Ma’had Darut Tauhid Buker (MADAR) menghadirkan Program Pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode At-Tanzil. Program ini dirancang khusus untuk membantu santri belajar membaca Al-Qur’an secara cepat, benar, dan bertahap sesuai kaidah makhraj dan tajwid dasar.


Apa Itu Metode At-Tanzil?

Metode At-Tanzil adalah pendekatan praktis dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an yang banyak digunakan di berbagai pesantren dan TPQ di Indonesia. Metode ini disusun secara sistematis, mulai dari pengenalan huruf hingga kemampuan membaca mushaf Al-Qur’an dengan baik dan lancar.

Pendekatan ini sangat cocok untuk pemula, anak-anak, maupun remaja yang baru mulai belajar membaca Al-Qur’an.


Tujuan Program At-Tanzil di MADAR

Program ini bertujuan untuk:

  • Membimbing santri agar mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai makhraj huruf.

  • Menanamkan pemahaman tajwid dasar yang diperlukan dalam pembacaan Al-Qur’an.

  • Membantu santri mencapai kelancaran dan ketartilan dalam waktu yang lebih cepat.

  • Menjadi pondasi awal sebelum mengikuti program tahfiz, tartil, atau kajian Al-Qur’an tingkat lanjut.


Tingkatan Pembelajaran

Pembelajaran menggunakan buku At-Tanzil yang dibagi dalam beberapa level:

1. Jilid 1 – Pengenalan Huruf Hijaiyah

Santri dikenalkan bentuk huruf, cara menulis, dan pengucapan dasar.

2. Jilid 2 – Huruf Berharakat

Latihan membaca huruf dengan fathah, kasrah, dammah.

3. Jilid 3 – Sukun & Tasydid

Mengenal sukun, tasydid, tanwin, serta bacaan dasar.

4. Jilid 4 – Pengenalan Mad

Memahami panjang pendek bacaan dan praktik membaca kata-kata Al-Qur’an.

5. Jilid 5 – Ayat Pendek

Latihan membaca ayat-ayat pendek untuk meningkatkan kelancaran.

6. Jilid 6 – Bacaan Ayat Al-Qur’an

Latihan membaca halaman mushaf dengan tajwid dasar secara tartil.


Keunggulan Program At-Tanzil di MADAR

✔ Pembelajaran bertahap dan sistematis
✔ Cocok untuk santri pemula
✔ Dibimbing oleh pengajar berpengalaman
✔ Model pembelajaran klasikal dan sorogan
✔ Penilaian berkala hingga santri dinyatakan lulus jilid
✔ Menjadi syarat sebelum masuk ke program At-Tanzil lanjutan / Tahfiz


Output Program

Santri yang menyelesaikan metode At-Tanzil diharapkan:

  • Mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar, benar, dan tartil

  • Memahami hukum tajwid dasar

  • Siap mengikuti program lanjutan seperti Tartil, Tahsin, atau Tahfiz

  • Mendapatkan sertifikat kelulusan program At-Tanzil


Kegiatan Evaluasi & Wisuda

MADAR menyelenggarakan wisuda At-Tanzil sebagai bentuk apresiasi bagi santri yang telah menyelesaikan seluruh jenjang. Kegiatan ini dilaksanakan setiap periode sebagai motivasi untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.


Kesimpulan

Program At-Tanzil di Ma’had Darut Tauhid Buker merupakan salah satu program unggulan dalam membangun kemampuan dasar santri dalam membaca Al-Qur’an dengan benar dan penuh adab. Metode ini terbukti efektif dan telah meluluskan banyak santri dari berbagai jenjang.



Kamis, 11 Desember 2025

Profil Pesantren

Pondok Pesantren Mahad Darut Tauhid Buker (MADAR) adalah lembaga pendidikan salaf yang fokus pada pembekalan akidah, syariah, dan akhlak ala Ahlussunnah wal Jamaah. Pesantren ini didirikan oleh KH. Qosim Asy’ari pada tahun 1996 M / 1416 H, dengan tujuan mencetak santri menjadi Ibadillah as-Shalihin.

Rabu, 10 Desember 2025

Sejarah Pondok Pesantren Mahad Darut Tauhid Buker (MADAR)

 


Sejarah Pondok Pesantren Mahad Darut Tauhid Buker (MADAR)

Pondok Pesantren Mahad Darut Tauhid Buker (MADAR) adalah lembaga pendidikan salaf yang fokus pada pembekalan akidah, syariah, dan akhlak ala Ahlussunnah wal Jamaah. Pesantren ini didirikan oleh KH. Qosim Asy’ari pada tahun 1996 M / 1416 H, dengan tujuan mencetak santri menjadi Ibadillah as-Shalihin.

Pondok ini berlokasi di Jl. KH. Asy’ari, Dusun Buker, Desa Karanganyar, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Pada awal berdirinya, pondok ini bernama Pondok Pesantren Darul Musthofa (DM). Saat itu, banyak santri berasal dari luar pulau, termasuk dari Sampit dan Pontianak. Namun, pondok sempat tidak menerima pendaftaran santri baru dalam waktu yang cukup lama karena kekurangan pengajar.

Baru kemudian pondok dibuka kembali dengan wajah baru, direvitalisasi pada hari Rabu, 3 Agustus 2022, menjadi Mahad Darut Tauhid Buker (MADAR). Revitalisasi ini mendapat dukungan dari para ulama Madura, antara lain Abuya KH. Ali Karror Sinhaji.



Sejak awal berdirinya, MADAR berkomitmen mencetak santri yang:

1.      Menjaga akhlak (Tazkiyatun Nafs): sesuai ajaran Al-Qur’an dan Hadis, sehingga santri menjadi pribadi yang mulia, sopan, dan terpuji dalam tutur kata maupun perbuatan.

2.      Berilmu dan beramal (Tahshilul Ulum): senantiasa menuntut ilmu dengan tekun dan mengamalkannya melalui ibadah serta kebaikan nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.

3.      Amar ma’ruf nahi munkar (Dakwah Ilallah): mampu mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran di lingkungan sekitar dengan cara yang bijak, sehingga menjadi contoh teladan bagi umat.

Pondok ini berfokus pada pendidikan yang terstruktur melalui lima dasar utama, yaitu:

1.      Mu’ahadah: membuat janji dan komitmen terhadap Allah SWT untuk taat menjalankan perintah-Nya.

2.      Mujahadah: berjuang dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu serta mengendalikan hawa nafsu.

3.      Muroqobah: merasa selalu diawasi oleh Allah SWT sehingga dengan kesadaran ini mendorong manusia senantiasa rajin melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

4.      Muhasabah: melakukan evaluasi diri secara rutin untuk menilai amal perbuatan baik maupun buruk.

5.      Mu’aqobah: pemberian sanksi terhadap diri sendiri; apabila melakukan kesalahan atau sesuatu yang bersifat dosa, santri segera menebusnya dengan amal yang lebih.

MADAR juga menekankan program-program pendidikan khusus, antara lain:

·         Attanzil: metode cepat membaca Al-Qur’an dengan fokus pada kemudahan pemahaman huruf, bacaan, tajwid, dan makhraj, agar santri dapat membaca Al-Qur’an dengan cepat dan benar.

·         Nubdzatul Bayan: mengacu pada kitab gramatika bahasa Arab yang populer. Metode ini berfokus pada dasar-dasar bahasa Arab untuk memahami kitab-kitab kuning secara sistematis, ringkas, dan praktis, sering digunakan untuk akselerasi baca kitab kuning di pondok pesantren.

·         Takhossus Kitab Kuning: program khusus untuk mendalami dan memahami kitab-kitab klasik Islam secara intensif, termasuk fiqh, tasawuf, dan ilmu-ilmu keagamaan lainnya, ditujukan bagi santri yang ingin meningkatkan kemampuan kajiannya.

Untuk memperkaya pengalaman belajar, MADAR menyediakan kegiatan ekstrakurikuler, yaitu:

1.       Hadrah: seni spiritual Islami melalui lantunan dzikir dan shalawat.

2.       Bahasa Arab: penguasaan bahasa Arab untuk mendukung studi agama dan komunikasi.

3.       Teknologi: pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi sebagai pendukung pendidikan modern.

Dengan pondasi pendidikan yang kuat dan kegiatan yang terstruktur, MADAR terus mencetak santri yang berakhlak mulia, berilmu, beramal, dan mampu amar ma’ruf nahi munkar, sesuai visi pendiri KH. Qosim Asy’ari, beserta keluarga dan para asatidz yang mendampingi.